Kategori Artikel : "WARTA DAERAH"

Ketua PC. IPNU Kab Semarang Setelah Penyerahan Penghargaan OKP Terbaik 2017
Ungaran (ipnuippnukabsemarang.or.id) - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Semarang kembali meraih Piala OKP (Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda) TERBAIK Kabupaten Semarang tahun 2017.

Penghargaan ini datang dari DISDIKBUDPORA Kabupaten Semarang. Pada tahun 2016 OKP terbaik yang terpilih adalah PC IPNU Kabupaten Semarang dan pada tahun ini penghargaan inipun jatuh kepada PC IPNU Kabupaten Semarang hal ini tidak lepas dari peran aktif para pengurusnya dan anggotanya dalam menjalankan roda organisasi. Ketua PC IPNU Kab. Semarang Rekan M. Fahmi Latif menambahkan bahwa dengan suksesnya kita meraih penghargaan dan prestasi OKP terbaik Kab. Semarang ini semoga dapat menambah motivasi dan lebih bersemangat lagi dalam memajukan organisasi.

Dari puluhan OKP di Kabupaten Semarang tentu tidak mudah bagi PC IPNU Kab. Semarang untuk meraih penghargaan OKP Terbaik 2017 hal ini dibenarkan Ketua PC IPNU Kab. Semarang saat ditemui di kediamannya "Benar, tidaklah mudah dalam meraih penghargaan dan prestasi OKP terbaik ini. Selain roda organisasi harus aktif baik dalam kaderisasi maupun dalam menjalankan program kerja yang telah dirancang sebelumnya. 



Pada penghargaan ini PC. IPNU Kab. Semarang mendapatkan bantuan keuangan sebesar Rp. 3.000.000,- dana ini akan digunakan untuk lebih mengaktifkan lagi kegiatan - kegiatan baik ditingkat kabupaten maupun ditingkat kecamatan imbuh Ketua PC IPNU Kab. Semarang. Saat ini kepengurusan IPNU sudah merata di Kabupaten Semarang terhitung 19 kecamatan sudah memiliki PAC (Pimpinan Anak Cabang) yang merupakan kepengurusan IPNU ditingkat kecamatan.  Hal inilah yang menjadi salah satu alasan IPNU Kab. Semarang menjadi OKP Terbaik selain administrasi yang lengkap dan tertata serta keaktifan anggotanya dalam memutar roda organisasi.

Semoga penghargaan ini dan penghargaan serupa nantinya dapat lebih memacu motivasi seluruh OKP di Kabupaten Semarang dalam berjuang untuk kemajuan SDM di Kabupaten Semarang, serta mampu dalam membentengi Kabupaten Semarang dari berbagai serangan dari luar baik ideologi radikalisme maupun hal negatif lainnya.




Reporter : Danang PW
Editor : -

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID ~ Setelah melalui berbagai tahapan uji coba dan asahan ilmu yang begitu lama, kini tiba waktunya bagi kalian wahai Pelajar Nusantara khususnya Pelajar NU untuk melaksanakan Ujian Nasional yang mana bobot soal dan materinya semakin lebih berat lagi.

Mental jiwa baja penting supaya tetap tegar dan tenang dalam mengahadapi situasi dan kondisi yang menegangkan tentunya. Pelajar NU adalah pelajar yang tidak hanya cukup dengan belajar rajin saja, tetapi selalu menanamkan nilai - nilai perjuangan bagian dari ikhtiar kongkrit mengahadapi ujian, disisi lain masih ada yang lebih penting adalah selalu berdoa kepada Allah SWT supaya apa yang menjadi hajat keinginan bisa dikabulkan oleh-Nya dan satu lagi adalah membiasakan memohon do'a restu dari kedua orang tua, karena Ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua jua.


Selamat menempuh Ujian Nasional Tahun 2017 bagi seluruh Pelajar NUsantara. Semoga sukses dengan hasil nilai yang memuaskan.

Barokallah...
Amiin Amiin ya Rabbal Alamiin.

MUCHAMAD FAHMI LATIF 
KETUA PC IPNU KAB SEMARANG 2016-2018


IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID ~ Dalam rangka memperingati hari lahir IPNU yang ke 63 dan IPPNU yang ke 62, PC IPNU IPPNU KABUPATEN SEMARANG menggelar serangkaian acara pada hari Sabtu - Minggu tanggal 25 - 26 Februari 2017 di MTs Amal Soleh Kec. Getasan, Kab. Semarang yang dihadiri sekitar 80 pengurus pimpinan cabang dan anggota - anggota IPNU IPPNU se Kab. Semarang. 

Adapun serangkaian acara dimulai ba'da maghrib, mulai dari sholat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan acara ubudiyah yaitu melestarikan tradisi ahlusunnah wal jamaah yaitu tahlilan, setelah itu dilanjutkan sholat isya’ berjamaah dan selanjutnya mulai acara pembukaan.

Ketua PC IPNU Kab. Semarang Rekan Muchamad Fahmi Latif mengajak kepada semua pengurus dan anggota untuk selalu menjaga tradisi ke NUan dimana saja dan kapan saja, karrna diakui itu adalah salah satu bagian dari menjaga kedaulatan dan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesai dan membuktikan kalo organisasi IPNU IPPNU adalah bagian dari yang menjaga dan melestarikan tradisi NU. Itu adalah sebabnya IPNU dan IPPNU sampai hari ini masih hidup dan justru semakin berkembang, beliau menekankan kepada para pengurus untuk lebih mensolidkan diri dan lebih banyak lagi meluangkan waktu untuk organisasi sebagai refleksi atas perjalanan organisasi kalo tidak solid dan masif akan semakin pupus dan lama kelamaan akan hilang sendirinya di telan zaman. Beliau juga menghimbau untuk seluruh kader supaya selalu meraungkan kemenangan dan mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal santri dan pelajar nusantara dalam mengemban amanah dan mengabdikan diri untuk agama, nusa, dan bangsa.

Selanjutnya adalah sambutan dari Kyai Syarif yang mewakili PCNU Kab. Semarang serta membuka acara pada malam hari itu. Beliau sangat apresiatif terhadap kegiatan IPNU IPPNU karena dinilai sangat baik dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat, karena IPNU IPPNU adalah generasi penerus yang selanjutnya akan meneruskan perjuangan kakak - kakak senior yang sekarang ada di Ansor dan Fatayat bahkan bisa meneruskan para ulama yang berada dikepengurusan NU sendiri. Beliau berpesan agar seluruh kader baik pengurus ataupun anggota untuk "Ngilo" dalam Bahasa Indonesia artinya mengaca, refleksi beliau artikan untuk mengaca apa yang telah terjadi, yang buruk jangan sampai terulang lagi dan yang baik harus dijaga dan lebih dikembangkan lagi supaya IPNU dan IPPNU tetap hidup selama lamanya. Beliau menekankan agar semua pengurus harus terlibat aktif dalam seluruh kegiatan yang sudah direncanakan agar IPNU IPPNU bisa tetap hidup dan terasa budaya gotong royong dan kekeluargaanya.

Acara pada malam hari itu sangat  istimewa karena memunculkan program baru yang mulai diagendakan pada Bulan Maret kedepan. Seluruh pengurus menyepakati untuk menghidupkan selapanan yang diberi nama SELARUT (selapan rutin) PC IPNU IPPNU Kab. Semarang yang akan mulai dilaksanakan tanggal 12 Maret 2017 di Kec. Banyubiru. Lapanan itu ditetapkan setiap hari Ahad Legi.

Pembahasan lainya adalah mengenai pentingnya kaderisasi yang juga diagendakan kedepan untuk mengadakan LATFAS, PESANTREN RAMADHAN dan LAKMUD.

Acara malam itu berakhir pukul 01.00 dini hari. Pagi harinya dilanjutkan dengan senam islam nusantara dan outbond serta terakhir adalah penutupan kegiatan, bukan hanya itu saja karena sebelum pulang para pengurus juga menjenguk anggota IPPNU yang juga sedang sakit dirumah dan setelah itu pulang kerumah masing - masing.



TIM REDAKSI
Lembaga Pers Dan Penerbitan PC. IPNU Kab. Semarang 
Jurnalis : Danang .P .W 

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Assalamualikum Wr.Wb, Bismillahirrahmanirrahim, Rekan rekan IPNU yang saya banggakan dan saya cintai,hari ini sudah mencapai 63 usia perjalanan roda organisasi pelajar Nahdliyin ini..di usia yg sudah tua semakin memantapkan keyakinan kita bahwa ternyata wadah ini diakui sebagai salah satu PILAR penjaga ruh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat dan stabil memberikan keamanan dan kedamaian bagi warganya.
BELAJAR dari apa yg kita yakini dan selalu BERJUANG untuk menjaga semangat dan pengorbanan para pendahulu melestarikan tradisi Ahlusunnah Wal Jama'ah adalah bagian dari pengabdian Kita untuk lebih BERTAQWA kepada Allah SWT.
dan dalam momentum ini jadikan diri kita lebih dalam lagi untuk mewaqafkan jiwa khidmah yg Istiqomah dan bermanfaat untuk kemaslahatan sesama.
Wallahulmuafiq Ila Aqwamithoriq, Wassalamualaikum Wr.Wb.
M. FAHMI LATIF
KETUA PC IPNU KAB. SEMARANG MASA KHIDMAT 2016/2018

TIM REDAKSI

 IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID  Mengelola sebuah website organisasi tidaklah mudah, terkadang ada kendala mengenai konten yang tidak sesuai. Dan kurangnya komunikasi dengan pengunjung website. Maka dari itu melalui artikel ini TIM REDAKSI ingin menjelaskan fitur chatting ( menghubungi ) TIM REDAKSI secara langsung melalui fitur chatting yang sudah kami tanamkan dalam website ini.

Ada dua kondisi, pertama dimana TIM REDAKSI sedang tidak terhubung dengan jaringan atau OFFLINE dan kedua dimana TIM REDAKSI sedang terhubung dengan jaringan atau ONLINE.

TIM REDAKSI OFFLINE
Ketika kami sedang offline, cara menghubungi kami adalah sebagai berikut :

1. Lihatlah tombol di sebelah kiri bawah seperti dibawah ini :


   Klik pada tombol ini.

2. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini :


Isilah data anda dengan lengkap. Setelah anda selesai mengisi data ( seluruh data WAJIB diisi ). Kami akan menghubungi anda kembali melalui email. Tekan tombol Kirim untuk mengirim data anda kepada kami.

3. Setelah ini akan muncul pemberitahuan seperti dibawah ini :


Setelah muncul pemberitahuan diatas maka kami telah menerima permintaan anda. Setelah ini cek lah email yang anda sertakan pada permintaan ini secara berkala karena kami akan menghubungi anda melalui email bahwa TIM REDAKSI sedang online.

TIM REDAKSI ONLINE
Ketika kami sedang online, cara menghubungi kami adalah sebagai berikut :

1. Lihatlah tombol dibagian kiri bawah seperti dibawah ini :


Keterangan pada tombol berbeda dengan saat kami sedang offline. Ini menandakan kami sedang online.

2. Setelah itu akan muncul tampilan dibawah ini :


Isilah data anda dengan lengkap. Kemudian Tekan tombol Memulai Obrolan... 

3. Kemudian akan muncul tampilan dibawah ini :



Tunggu sejenak sampai TIM REDAKSI kami merespon permintaan anda.

4. Setelah TIM REDAKSI merespon permintaan anda. Maka akan muncul tampilan dibawah ini :


Saat sudah tampil seperti tampilan diatas, mulailah mengobrol (chatting) dengan TIM REDAKSI dengan semaksimal mungkin. Setelah selesai anda hanya perlu klik tombol keluar atau Tanda Silang (X) pada bagian kanan atas tampilan fitur chatting.


Demikian sekilas penjelasan fitur ini, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berkomentar.



( LETAK POSISI TOMBOL TERKADANG BERUBAH )
  
TIM REDAKSI
 


IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID IPNU atau Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama merupakan salah satu dari Organisasi Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang menanungi para pelajar hingga mahasiswa, dan merupakan badan otonom terbawah dari Nahdlatul Ulama. 

"Dalam memaknai Harlah NU yang ke 91 atau tepat pada tanggal 31 Januari 2017 PAC IPNU Kec. Bancak memasang beberapa spanduk bertuliskan Selamat Harlah NU dan memasang beberapa bendera NU di jalan utama Kec. Bancak", Ujar Rekan Danang PW Ketua PAC IPNU Kec. Bancak dan juga Ketua Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kab. Semarang kepada Tim Redaksi. 

Selain kegiatan tersebut PAC IPNU Kec. Bancak mengadakan konsolidasi mulai bersama Ansor, hingga MWC NU. Konsolidasi ini bertujuan memperkuat dan memperkokoh hubungan antara MWC NU dengan semua badan otonom NU di Kec. Bancak.

Dengan kokohnya hubungan ini bertujuan melahirkan kembali semangat berkhidmah di Nahdlatul Ulama. "Hal ini merupakan salah satu yang menjadi landasan kami tetap semangat secara totalitas dalam berjuang di PAC IPNU Kec. Bancak", imbuh Rekan Danang PW.


TIM REDAKSI
Foto Spanduk : Bapak Khabib Sholeh, M.Pd (Camat Kec. Bancak) - Rekan Danang PW (Ketua PAC IPNU Kec. Bancak); KH. Hasyim Asy'ari.

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Aktivis cyber Aswaja Kota Semarang berkumpul di auditorium perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (30/12). Mereka menyayangkan pelbagai kekerasan di dunia sosial dan konten hoax. Mereka membahas bagaimana menyikapi hal tersebut yang merebak di dunia maya.

Mereka dengan pertemuan kali ini akhirnya membuat kesepakatan untuk mengimbangi peredaran situs penyebar hoax dengan konten-konten yang menyejukkan.

Agus Fathuddin Yusuf memberikan pengantar bahwa, sekarang kita sudah bisa membuat media sendiri. Kita bisa memproduksi berita, fotografi, bahkan pemilik media itu sendiri. Ia mengajak peserta untuk melihat media sosial sekarang ini. Dari sini kita dengan mudah menyebarkan berita yang kadang abai terhadap proses verifikasi, cek dan ricek serta keberimbangan.

Pembicara lain Hasan Habibie yang mewakili Pustekkom Kemendikbud mendorong pada peserta workshop untuk memperbanyak konten yang menyejukkan dan Islam rahmatan lil alamin. Semangat pemuda ini harus terus dikobarkan menyuarakan hal-hal yang memberikan informasi positif untuk menjaga keharmosian kehidupan. Berita hoax yang selama ini mengganggu kenyamanan harus kita kurangi bersama.

Kalau kita menyebarkan berita harus memiliki etika islami. Kita bisa meniru sifat nabi mulai dari shiddiq, amanah, tabligh, dan dan fathanah. Selain itu, kita bisa menggali etika-etika yang lain dari ulama-kiai sebagai adab dalam menyebarkan informasi pada publik.

"Banyak ayat yang menginspirasi kita untuk melakukan verifikasi, salah satunya ayat 6 surat al-Hujurat," kata Wakil Ketua PCNU Kota Semarang yang juga aktif sebagai Wakil Ketua MAJT Agus Fathuddin.

Agus berharap jaringan yang terbentuk kali ini mampu mewarnai dunia maya menggunakan konten yang sejuk, damai, dan ramah. Kegiatan ini diinisiasi Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia NU Kota Semarang bekerja sama dengan Pustekkom Kemendikbud sebagai bagian penguatan pemuda Kota Semarang.

nu.or.id


IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - UNGARAN – Sekitar 150 siswa dan siswi perwakilan sekolah Ma’arif se-Kabupaten Semarang serta pondok pesantren, mengikuti seminar kewirausahaan yang dilanjutkan dengan pelatihan aneka wirausaha, seperti pelatihan sablon kaus, pembuatan stiker, pembuatan pin dan pelatihan sablon mug, Sabtu (3/12), di Ponpes Al Falah Pabelan, Kabupaten Semarang.

Pelatihan tersebut bersamaan dengan pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Semarang periode 2016-2018. Pelantikan dihadiri Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi sekaligus mewakili Pimpinan Pusat IPNU.


Amir Mustofa berkesempatan melantik M Fahmi Latif selaku Ketua IPNU dan 36 kader IPNU, serta Ketua IPPNU Winda Nur Syifa dan 26 kader IPPNU. ”Pelatihan dibimbing oleh kader-kader IPNU/IPPNU yang telah berhasil menggeluti bidangbidang kewirausahaan tersebut,” kata M Fahmi Latif didampingi Nur Kholis yang berada di lembaga pers IPNU.

Prosesi pelantikan disaksikan oleh Camat Pabelan beserta Kapolsek, Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Pabelan, para ulama serta siswa Ma’arif. ”Para kiai dan ulama di Kabupaten Semarang mengharapkan, dengan adanya ikatan pemuda NU mampu membawa dampak bagi masyarakat tidak hanya dalam bidang keagamaan namun juga dalam hal kewirausahaan,” imbuh Latif.

KH Ahmad Fauzan, pengasuh ponpes Assalafiyah Al Mas’udiyah Bandungan yang hadir dalam ceramahnya memberikan wejangan kepada seluruh kader IPNU/IPPNU yang dilantik untuk turut serta aktif membina umat. ”Adanya ikatan (IPNU/IPPNU) ini adalah wujud adanya perhatian dari orang tua kalian yang NU dan mengharapkan keberlanjutan organisasi NU ini kepada putra/ putrinya. Karena itu, tanggung jawab umat dan kader pemuda NU ada di pundak IPNU/IPPNU,” kata Fauzan. (H14-74)


Sumber :
http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/150-siswa-maarif-berlatih-aneka-wirausaha/

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID -Bupati Kabupaten Semarang, dr. Mundjirin, S.pog memimpin Deklarasi Santri Cinta Damai dalam penutupan Workshop Pesantren For Peace Provinsi Jawa Tengah di Pon-Pes Edi Mancoro Tuntang Kabupaten Semarang, 1-3 November 2016. Acara yang diikuti oleh perwakilan 30 pondok pesantren se-Jawa Tengah tersebut mengambil tema “Membangun Pemahaman Perdamaian Berbasis Pesantren Persepektif HAM”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman, European Union (EU), dan Pondok Pesantren Edi Mancoro sebagai panitia lokal.


Dalam sambutannya dr. Mundjirin mengatakan bahwa santri merupakan salah satu benteng pertahanan NKRI, serta pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Tetapi pada akhir-akhir ini beberapa orang menuduh pesantren sebagai sarang terorisme dan pembibitan orang-orang radikal. “Saya berharap acara seperti ini dapat memberikan pengalaman bagi para santri, sehingga dapat menunjukkan eksistensi mereka dalam mempromosikan HAM dan Perdamaian”, jelasnya di akhir sambutan.

Di akhir acara, Bupati memimpin pembacaan deklarasi Santri Cinta Damai yang diikuti oleh seluruh hadirin. Adapun bunyi deklarasi tersebut adalah


Bismillahirrahmaanirrahim

Atas Nama Cinta Perdamaian

Dengan Mengucakan Asma Allah yang Rahman dan Rahim, yang memiliki banyak sebutan namun satu ada-Nya.

Kami Santri Indonesia yang lair dalam keluarga Muslim, dibesarkan dan dididik dengan nilai-nilai Islami yang Universal dan meruakan Rahmat bagi seluruh alam; bersama ini kami mendeklarasikan:

Satu; Berpegang teguh pada aqidah dan ajaran Islam yang cinta damai

Dua; Bertanah air satu, tanah air Indonesia; Berideologi satu, Ideologi Pancasila; Berkonstitusi satu, Konstitusi UUD 1945; Berkebudayaan satu, kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

Tiga; Menolak segala macam dan bentuk kekerasan yang dilakukan atas nama agama, dalam hal ini khususnya agama Islam.

Empat; Menolak pemaksaan pemahaman yang dilakukan oleh para penganut kekerasan atas nama Islam dengan cara intimidasi.

Lima; Ikut bereran aktif dalam penanaman nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah-tengah Pesantren dan Masyarakat.

Enam; Ikut berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan konflik di tengah-tengah masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi  rasa toleransi, persaudaraan, serta penghormatan atas hak-hak orang lain.

La Haula Wala Quwaata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzim


Hadir dalam acara diatas Direktur CSRC Dr. Irfan Abu Bakar, perwakilan Uni Eropa Saiti Gusrini, Camat Banyubiru, perwakilan Kemenag, NU, Muhamadiyah, dan tamu undangan. Sebelumnya selama tiga hari peserta mendapatkan materi-materi, yaitu “Hak Asasi Manusia dalam Islam” oleh Dr. Sidqan Hamzah (Dosen Undip), “Perdamaian Dalam Islam” oleh Haryo Aji Nugroho, Lc., M.Pd. (Dosen IAIN Salatiga), “Toleransi Dalam Islam” oleh KH. M. Dian Nafi (PWNU Jawa Tengah), dan “Resolusi Konflik” oleh Fahsin M. Fa’al, M.Si.


Kontributor LPP IPNU KABUPATEN SEMARANG

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID -Dalam masyarakat yang majemuk merupakan hal yang lumrah akan adanya sebuah perbedaan. Oleh karena itu kemajemukan menyebabkan sulitnya dicapai sebuah titik temu. Tanpa adanya keinginan untuk mencapai titik temu, maka menciptakan toleransi adalah hal yang mustahil. Oleh karena itu harmonisasi merupakan kebutuhan bersama dalam masyarakat yang majemuk. Selain itu, upaya-upaya integratif harus selalu diusahakan, bertumpu kepada prakarsa masyarakat dan negara untuk mencapai keseimbangan sosial.


Hal di atas merupakan sebagian materi Toleransi Dalam Islam yang disampaikan oleh KH. M. Dian Nafi, Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Materi tersebut disampaikan dalam Workshop Pesantren For Peace Provinsi Jawa Tengah di Pon-Pes Edi Mancoro Tuntang Kabupaten Semarang, 1-3 November 2016. Acara yang diikuti oleh perwakilan 30 pondok pesantren se-Jawa Tengah tersebut mengambil tema “Membangun Pemahaman Perdamaian Berbasis Pesantren Persepektif HAM”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman, European Union (EU), dan Pondok Pesantren Edi Mancoro sebagai panitia lokal.

KH. Dian Nafi menjelaskan lebih jauh toleransi sebagai tindakan membiarkan orang lain berpendapat berbeda, melakukan hal yang tidak sependapat, tanpa diganggu. Batasan toleransi adlah hukum, negara, dan agama. Para santri harus bisa membedakan antara tolerasi dan toleransi. Toleransi sendiri dipegang oleh masyarakat, sedangkan tolerasi diegang oleh negara. Kadang kala keduanya tidak sepakat. “Pesantren seharusnya bukan hanya membangun pandangan hidup yang baik saja, tetapi juga membangun kualitas hidup yang lebih baik”, tandasnya di akhir sesi untuk menutu acara.


Selain materi di atas, peserta juga mendapatkan materi tentang “Hak Asasi Manusia dalam Islam” oleh Dr. Sidqan Hamzah (Dosen Undip), “Perdamaian Dalam Islam” oleh Haryo Aji Nugroho, Lc., M.Pd. (Dosen IAIN Salatiga), dan “Resolusi Konflik” oleh Fahsin M. Fa’al, M.Si. (PP GP Ansor). Acara ditutup pada hari kamis dengan Deklarasi Santri Cinta Damai yang dipimpin Bupati Kabupaten Semarang, dr. Mundjirin, S.Pog.


Kontributor LPP IPNU KABUPATEN SEMARANG

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID -Perjalanan saya kali ini adalah tentang menjadi Fasilitator di dalam acara Workshop Pesantren For Peace Provinsi Jawa Tengah di Pondok Pesantren Edi Mancoro Tuntang Kabupaten Semarang, 1-3 November 2016. Untuk kedua kalinya saya menjadi Fasilitator acara PFP tersebut. Sedangkan menjadi fasilitator pertama PfP adalah dalam acara Workshop tingkat Kabupaten Demak di Hotel Amantis yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Kyai Gading Demak sebagai panitia lokal.

Dalam setiap kegiatan selalu ada hal-hal baru yang saya dapatkan. Wabil khusus dalam acara kali ini sangat istimewa karena hadir secara langsung Dr. Irfan Abu Bakar, Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sebuah sesi setelah materi “Resolusi Konflik”, beliau menghampiri kami para fasilitator (saya sendiri, Gus Nashif Ubadah, Gus Aris Rofiqi, dan Gus Cholil) yang sedang berdiskusi, dan kebetulan sedang bersama kami juga Gus Fahsin M. Fa’al, selaku pemateri. Beliau mengapresiasi tentang materi yang sudah diberikan oleh Gus Fahsin, dan juga mengapresiasi kinerja para fasilitator. Namun beliau juga memberikan beberapa catatan serta beberapa materi lain. Diantara materi tersebut yang saya anggap agak menarik adalah menjadi Best Peace Builder.

Best Builder adalah duta perdamaian. Menjadi duta perdamaian harus siap menangani konflik. Menjadi duta perdamaian bukan bagi orang yang menjadi salah satu pihak dalam konflik itu sendiri, karena cara penanganan untuk hal-hal seperti itu juga berbeda. Dari pemaparan beliau, setidaknya ada beberapa catatan yang diberikan untuk bisa menjadi best peace builder:


PertamaSebagai seorang duta perdamaian harus bisa menerima pertentangan kepentingan dalam konflik. Perbedaan kepentingan itu sendiri adalah seringkali menjadi sumber utama adanya sebuah konflik. Oleh karena itu harus bisa difahami dan menerima adanya pertentangan kepentingan. Jika tidak menerima maka otomatis kita mengingkari adanya keinginan satu pihak, serta akan membuat kita memihak kepada kelompok lain. Padahal hal ini adalah larangan bagi seorang best peace builder.


Kedua; Menyadari kepentingan adalah hal yang alamiah. Hidup dalam masyarakat yang majemuk, pemikiran serta kepentingan yang berbeda adalah sesuatu yang alamiah, sesuatu yang sudah menjadi sunnatullah. Oleh karena itu perbedaan akan kepentingan tersebut harus dapat kita sadari dan kita terima.


KetigaTidak memihak. Larang bagi best peace builder adalah memihak kepada satu pihak. Keberpihakan akan menyebabkan cara-cara yang akan digunakan sudah tidak seimbang, serta membuat pemikiran kurang menjadi obyektif. Oleh karena itu menjadi best peace builder harus dapat merangkul semua pihak yang berkepentingan.


Keempat; Tidak ada kepentingan yang lebih diutamakan kecuali kepentingan umum dan kepentingan kelompok-kelompok tersebut. Kepentingan umum dan kepentingan kelompok tersebut harus diletakkan sebagai sebuah kepentingan yang sama tingginya. 


Kelima; Equal. Semuanya mempunyai derajat yang sama, tidak ada yang lebih tinggi antara yang satu dengan yang lain. Walaupun menjadi seorang duta perdamaian, maka tidak boleh merasa lebih bermoral, atau bahkan merasa lebih hebat dan lebih tahu dibanding yang lain. Perilaku yang tidak sama akan menyulitkan sendiri bagi duta perdamaian, serta membuat orang lain tidak respect.


Keenam; Tidak banyak yang sadar bahwa seseorang itu harus menjadi duta perdamaian. Tanggung jawab seperti itu lebih banyak diserahkan kepada negara, padahal negara sendiri belum pasti memahami dan menyadari akan tanggung jawabnya. Setiap orang mempunyai tanggung jawab yang sama dalam masyarakat. Oleh karena itu menjadi best builder perlu keputusan yang cepat dan tepat.


Ketujuh; Harus memperhatikan cara-cara untuk mencapai kepentingan, dan harus melihat apakah cara tersebut bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, seperti hukum, HAM, dan nilai-nilai kemanusiaan. Jangan kemudian seseorang itu beramar ma’ruf, tetapi juga melakukan kemunkaran. Agar apa yang dilakukan tersebut tidak melanggar norma atau peraturan yang ada, maka semenjak awal perlu dibutuhkan analisa yang cermat serta roadmap yang jelas serta tepat guna.


Kedelapan; Tindakan praktisnya adalah selalu memikirkan cara penanganan konflik. Cara dan tahapan penangan konflik harus difahami dan dikuasai oleh best peace builder. Tanpa memahami dan menguasai, maka hasil yang diharapkan tidak akan bisa tercapai.


Demikian adalah catatan yang saya dapatkan dan saya tuliskan. Semoga dapat bermanfaat, serta kita selalu tergugah untuk menyebarkan perdamaian di muka bumi ini. Salam Perdamaian !!!  





Kontributor LPP IPNU KABUPATEN SEMARANG





IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Untuk menjalin rasa kebersamaan antar pengurus PC. IPNU IPPNU Kabupaten Semarang dengan seluruh pengurus PAC dan PK IPNU IPPNU Kabupaten Semarang pada hari Selasa, 28 Juni 2016 mengadakan Majelis Khotmil Al Qur an dan Buka Bersama yang bertempat di SMK NU Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Selain dihadiri oleh jajaran pengurus IPNU dan IPPNU juga dihadiri oleh sesepuh NU Daerah Kecamatan Suruh. Pada majelis ini dimulai dengan pembukaan, kedua adalah sambutan dari Ketua IPNU IPPNU Kabupaten Semarang, dilanjutkan dengan Tadarus Al Qur an sampai khatam 30 Jus, kemudian shalat ghaib untuk para korban bencana di seluruh Indonesia, selanjutnya adalah shalat asar. Dan sembari menunggu waktu berbuka puasa diadakan sharing antar pengurus PC, PAC, dan PK. Setelah berbuka puasa selanjutnya adalah shalat maghrib, dan ditutup dengan perkenalan antar pengurus PC, PAC, dan PK. Dan ditutup dengan bersalam - salaman.



 (Danang, 085713210978)

KONTAK KAMI (VIA E-MAIL)

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget