Posting Terbaru

 

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Solo, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal sebagai pribadi yang sangat tidak berkompromi dengan ketidakbenaran. Bagi Gus Dur, kebenaran harus ditegakkan, apa pun risikonya.

“Jadi menurut Gus Dur piye benere, dudu piye apike (bagaimana yang benar, bukan bagaimana yang bagus),” ungkap tokoh Gusdurian Solo, Hussein Syifa, pada diskusi dalam Peringatan Haul Gus Dur ke-7 di Solo, Jumat (30/12) malam.

Sementara itu, menurut Sekjen PW GP Ansor Jateng, Solahudin Aly komitmen untuk menegakkan kebenaran ini terus dipegang Gus Dur, termasuk ketika ia mengemban amanah sebagai Presiden RI.

“Sebenarnya bagi seorang presiden agar kekuasannya langgeng cukup sederhana, yakni dengan bagi-bagi kekuasaan. Tapi Gus Dur merasa ini momentum untuk membikin perubahan,” kata Solah.

Bagi Gus Dur, lanjut Solah, kekuasaan tidak perlu diperjuangkan mati-matian. “Kita tidak bisa bayangkan, kalau waktu itu Gus Dur benar-benar memberikan komando untuk bergerak, mungkin sejarah kelam (perang saudara,-red) ’65 bisa terulang,” ujar Solah.

Dari sisi yang lain, Gus Dur, juga dianggap sebagai potret anak bangsa yang mampu menjahit dan membangun komunikasi lintas kultur. “Gus Dur hadir, dia bisa mempersatukan dari lintas kelompok. Inilah yang menjadi perekat Indonesia, negara yang heterogen dan majemuk,” jelasnya.

Selain diskusi, acara peringatan Haul Gus Dur ke-7 di Solo, diisi dengan pembacaan doa dan pementasan puisi.

nu.or.id

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Aktivis cyber Aswaja Kota Semarang berkumpul di auditorium perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (30/12). Mereka menyayangkan pelbagai kekerasan di dunia sosial dan konten hoax. Mereka membahas bagaimana menyikapi hal tersebut yang merebak di dunia maya.

Mereka dengan pertemuan kali ini akhirnya membuat kesepakatan untuk mengimbangi peredaran situs penyebar hoax dengan konten-konten yang menyejukkan.

Agus Fathuddin Yusuf memberikan pengantar bahwa, sekarang kita sudah bisa membuat media sendiri. Kita bisa memproduksi berita, fotografi, bahkan pemilik media itu sendiri. Ia mengajak peserta untuk melihat media sosial sekarang ini. Dari sini kita dengan mudah menyebarkan berita yang kadang abai terhadap proses verifikasi, cek dan ricek serta keberimbangan.

Pembicara lain Hasan Habibie yang mewakili Pustekkom Kemendikbud mendorong pada peserta workshop untuk memperbanyak konten yang menyejukkan dan Islam rahmatan lil alamin. Semangat pemuda ini harus terus dikobarkan menyuarakan hal-hal yang memberikan informasi positif untuk menjaga keharmosian kehidupan. Berita hoax yang selama ini mengganggu kenyamanan harus kita kurangi bersama.

Kalau kita menyebarkan berita harus memiliki etika islami. Kita bisa meniru sifat nabi mulai dari shiddiq, amanah, tabligh, dan dan fathanah. Selain itu, kita bisa menggali etika-etika yang lain dari ulama-kiai sebagai adab dalam menyebarkan informasi pada publik.

"Banyak ayat yang menginspirasi kita untuk melakukan verifikasi, salah satunya ayat 6 surat al-Hujurat," kata Wakil Ketua PCNU Kota Semarang yang juga aktif sebagai Wakil Ketua MAJT Agus Fathuddin.

Agus berharap jaringan yang terbentuk kali ini mampu mewarnai dunia maya menggunakan konten yang sejuk, damai, dan ramah. Kegiatan ini diinisiasi Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia NU Kota Semarang bekerja sama dengan Pustekkom Kemendikbud sebagai bagian penguatan pemuda Kota Semarang.

nu.or.id

 

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Shalat berjama’ah lebih baik daripada shalat sendirian. Allah SWT memberikan pahala berlipat ganda dan banyak bonus kepada orang yang melakukan shalat jama’ah. Terlebih lagi bila shalat tersebut dilakukan di masjid. Sampai saat ini semangat umat Islam untuk meramaikan masjid dengan shalat jama’ah masih sangat tinggi. Hal tersebut terlihat di sebagian besar masjid perkotaan maupun pedesaan.

Beberapa kali ditemukan di sebagian masjid adanya beberapa jama’ah dalam satu masjid. Ini biasanya terjadi pada saat makmum datang terlambat dan tidak sempat mengikuti shalat bersama imam tetap masjid tersebut. Akhirnya dia memilih orang lain atau dirinya sendiri untuk mengimami shalat. Namun pada saat yang sama, sebagian yang lain juga mendirikan shalat jama’ah. Padahal keduanya masih berada dalam satu masjid.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan:


ويكره تعدد الجماعات في وقت واحد، لما فيه من التشويش

Artinya, “Dimakruhkan mendirikan beberapa shalat berjama’ah dalam satu waktu (satu masjid) karena dapat menganggu (jama’ah lain).”

Pelaksanaan dua shalat jama’ah dalam satu masjid hukumnya makruh menurut Syekh Wahbah. Dihukumi makruh karena dapat menganggu pelaksanaan jamaah shalat lainnya. Dengan demikian, alangkah baiknya dalam satu masjid tidak terdapat dua shalat jama’ah.

Bagi orang yang ingin shalat di masjid seyogianya tidak membuat jama’ah baru dan mengikuti shalat jama’ah yang sedang berlangsung. Apabila tetap bersikukuh membuat jama’ah baru, lebih baik dilakukan di luar masjid atau menunggu jama’ah lain selesai melaksanakan shalat. Wallahu a’lam.

nu.or.id


IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - UNGARAN – Sekitar 150 siswa dan siswi perwakilan sekolah Ma’arif se-Kabupaten Semarang serta pondok pesantren, mengikuti seminar kewirausahaan yang dilanjutkan dengan pelatihan aneka wirausaha, seperti pelatihan sablon kaus, pembuatan stiker, pembuatan pin dan pelatihan sablon mug, Sabtu (3/12), di Ponpes Al Falah Pabelan, Kabupaten Semarang.

Pelatihan tersebut bersamaan dengan pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Semarang periode 2016-2018. Pelantikan dihadiri Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi sekaligus mewakili Pimpinan Pusat IPNU.


Amir Mustofa berkesempatan melantik M Fahmi Latif selaku Ketua IPNU dan 36 kader IPNU, serta Ketua IPPNU Winda Nur Syifa dan 26 kader IPPNU. ”Pelatihan dibimbing oleh kader-kader IPNU/IPPNU yang telah berhasil menggeluti bidangbidang kewirausahaan tersebut,” kata M Fahmi Latif didampingi Nur Kholis yang berada di lembaga pers IPNU.

Prosesi pelantikan disaksikan oleh Camat Pabelan beserta Kapolsek, Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Pabelan, para ulama serta siswa Ma’arif. ”Para kiai dan ulama di Kabupaten Semarang mengharapkan, dengan adanya ikatan pemuda NU mampu membawa dampak bagi masyarakat tidak hanya dalam bidang keagamaan namun juga dalam hal kewirausahaan,” imbuh Latif.

KH Ahmad Fauzan, pengasuh ponpes Assalafiyah Al Mas’udiyah Bandungan yang hadir dalam ceramahnya memberikan wejangan kepada seluruh kader IPNU/IPPNU yang dilantik untuk turut serta aktif membina umat. ”Adanya ikatan (IPNU/IPPNU) ini adalah wujud adanya perhatian dari orang tua kalian yang NU dan mengharapkan keberlanjutan organisasi NU ini kepada putra/ putrinya. Karena itu, tanggung jawab umat dan kader pemuda NU ada di pundak IPNU/IPPNU,” kata Fauzan. (H14-74)


Sumber :
http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/150-siswa-maarif-berlatih-aneka-wirausaha/

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID -Bupati Kabupaten Semarang, dr. Mundjirin, S.pog memimpin Deklarasi Santri Cinta Damai dalam penutupan Workshop Pesantren For Peace Provinsi Jawa Tengah di Pon-Pes Edi Mancoro Tuntang Kabupaten Semarang, 1-3 November 2016. Acara yang diikuti oleh perwakilan 30 pondok pesantren se-Jawa Tengah tersebut mengambil tema “Membangun Pemahaman Perdamaian Berbasis Pesantren Persepektif HAM”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman, European Union (EU), dan Pondok Pesantren Edi Mancoro sebagai panitia lokal.


Dalam sambutannya dr. Mundjirin mengatakan bahwa santri merupakan salah satu benteng pertahanan NKRI, serta pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Tetapi pada akhir-akhir ini beberapa orang menuduh pesantren sebagai sarang terorisme dan pembibitan orang-orang radikal. “Saya berharap acara seperti ini dapat memberikan pengalaman bagi para santri, sehingga dapat menunjukkan eksistensi mereka dalam mempromosikan HAM dan Perdamaian”, jelasnya di akhir sambutan.

Di akhir acara, Bupati memimpin pembacaan deklarasi Santri Cinta Damai yang diikuti oleh seluruh hadirin. Adapun bunyi deklarasi tersebut adalah


Bismillahirrahmaanirrahim

Atas Nama Cinta Perdamaian

Dengan Mengucakan Asma Allah yang Rahman dan Rahim, yang memiliki banyak sebutan namun satu ada-Nya.

Kami Santri Indonesia yang lair dalam keluarga Muslim, dibesarkan dan dididik dengan nilai-nilai Islami yang Universal dan meruakan Rahmat bagi seluruh alam; bersama ini kami mendeklarasikan:

Satu; Berpegang teguh pada aqidah dan ajaran Islam yang cinta damai

Dua; Bertanah air satu, tanah air Indonesia; Berideologi satu, Ideologi Pancasila; Berkonstitusi satu, Konstitusi UUD 1945; Berkebudayaan satu, kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

Tiga; Menolak segala macam dan bentuk kekerasan yang dilakukan atas nama agama, dalam hal ini khususnya agama Islam.

Empat; Menolak pemaksaan pemahaman yang dilakukan oleh para penganut kekerasan atas nama Islam dengan cara intimidasi.

Lima; Ikut bereran aktif dalam penanaman nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah-tengah Pesantren dan Masyarakat.

Enam; Ikut berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan konflik di tengah-tengah masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi  rasa toleransi, persaudaraan, serta penghormatan atas hak-hak orang lain.

La Haula Wala Quwaata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzim


Hadir dalam acara diatas Direktur CSRC Dr. Irfan Abu Bakar, perwakilan Uni Eropa Saiti Gusrini, Camat Banyubiru, perwakilan Kemenag, NU, Muhamadiyah, dan tamu undangan. Sebelumnya selama tiga hari peserta mendapatkan materi-materi, yaitu “Hak Asasi Manusia dalam Islam” oleh Dr. Sidqan Hamzah (Dosen Undip), “Perdamaian Dalam Islam” oleh Haryo Aji Nugroho, Lc., M.Pd. (Dosen IAIN Salatiga), “Toleransi Dalam Islam” oleh KH. M. Dian Nafi (PWNU Jawa Tengah), dan “Resolusi Konflik” oleh Fahsin M. Fa’al, M.Si.


Kontributor LPP IPNU KABUPATEN SEMARANG

KONTAK KAMI (VIA E-MAIL)

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget