Posting Terbaru


IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendoakan mereka yang masih lajang pada tahun ini agar mendapatkan jodoh pada 2017.

"Teman-teman semua selamat tahun baru, sukses semuanya. Yang belum ada jodoh mudah-mudahan cepat dapat jodoh," ujar Mensos di Jakarta, Sabtu.

Doa Mensos tersebut disambut ucapan amin yang riuh dari awak media yang tengah meliput kunjungan Mensos menjenguk korban selamat dari peristiwa penyekapan Pulomas di RS Kartika Pulomas.

Mensos juga mendoakan bagi mereka yang belum mendapatkan keturunan agar segera mendapatkan anak.

"Pokoknya bahagia, sukses semua. Terima kasih," ucap Mensos.

Mensos direncanakan akan memberikan ceramah pada kegiatan Dzikir Nasional yang digelar harian Republika di Masjid At Tin, TMII, Jakarta Timur.

Kemudian, Mensos akan menghabiskan malam pergantian tahun di kampung halamannya di Jawa Timur. 

nu.or.id


IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Semakin tinggi derajat seseorang, semakin pula ia dihormati. Tapi Rasulullah punya nilai lebih. Sebagai manusia yang maksum dan pembawa risalah suci, sudah sepantasnya Baginda Nabi Muhamad shallallâhu ‘alaihi wasallam mendapat pemuliaan yang tinggi dari sahabat-sahabatnya. Namun nyatanya, justru Rasulullah-lah yang terdepan meneladankan sikap itu kepada mereka. Beliau yang enggan dihormati tampil sebagai sosok sangat menghormati orang lain.

Tentang hal ini ada sebuah kisah yang diriwayatkan Imam ath-Thabrani. Suatu kali Rasulullah menggelar sebuah pertemuan dengan para sahabatnya. Yang hadir cukup ramai, sehingga majelis itu terlihat sesak.

Di tengah padatnya peserta forum, Jarir bin Abdullah datang terlambat. Tentu ia tak mendapat jatah tempat duduk. Rasulullah yang mengetahui kondisi Jarir segera menggelar jubahnya lalu menyuruh Jabir duduk di atasnya.

Hati Jarir terenyuh menyaksikan akhlak luar biasa Rasulullah. Alih-laih mau duduk di atas pakaian Nabi, ia malah mengambil pakaian tersebut, mengangkatnya, lalu menciumnya sambil menangis tersedu-sedu. Batin Jarir, bisa-bisanya Rasulullah begitu menghormati dirinya di depan para sahabat yang lain padahal dia telat?

“Saya tak akan duduk di atas pakaianmu (ya Rasulullah). Semoga Allah memuliakanmu sebagaimana engkau memuliakan diriku,” kata Jarir yang haru campur kagum dengan sifat Rasulullah.

Rasulullah adalah sosok yang tak gandrung dengan penghormatan. Beliau lebih sering melayani ketimbang dilayani. Nabi menjahit pakaiannya sendiri yang bolong. Menyelesaikan keperluannya tanpa merepotkan orang lain. Pribadinya yang tawaduk juga enggan bila tangannya dicium, meski bukan berarti mengharamkannya. Demikianlah Rasulullah, puncak kemuliaannya tampil sempurna justru dalam kerendahatiannya.

nu.or.id

 

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Solo, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal sebagai pribadi yang sangat tidak berkompromi dengan ketidakbenaran. Bagi Gus Dur, kebenaran harus ditegakkan, apa pun risikonya.

“Jadi menurut Gus Dur piye benere, dudu piye apike (bagaimana yang benar, bukan bagaimana yang bagus),” ungkap tokoh Gusdurian Solo, Hussein Syifa, pada diskusi dalam Peringatan Haul Gus Dur ke-7 di Solo, Jumat (30/12) malam.

Sementara itu, menurut Sekjen PW GP Ansor Jateng, Solahudin Aly komitmen untuk menegakkan kebenaran ini terus dipegang Gus Dur, termasuk ketika ia mengemban amanah sebagai Presiden RI.

“Sebenarnya bagi seorang presiden agar kekuasannya langgeng cukup sederhana, yakni dengan bagi-bagi kekuasaan. Tapi Gus Dur merasa ini momentum untuk membikin perubahan,” kata Solah.

Bagi Gus Dur, lanjut Solah, kekuasaan tidak perlu diperjuangkan mati-matian. “Kita tidak bisa bayangkan, kalau waktu itu Gus Dur benar-benar memberikan komando untuk bergerak, mungkin sejarah kelam (perang saudara,-red) ’65 bisa terulang,” ujar Solah.

Dari sisi yang lain, Gus Dur, juga dianggap sebagai potret anak bangsa yang mampu menjahit dan membangun komunikasi lintas kultur. “Gus Dur hadir, dia bisa mempersatukan dari lintas kelompok. Inilah yang menjadi perekat Indonesia, negara yang heterogen dan majemuk,” jelasnya.

Selain diskusi, acara peringatan Haul Gus Dur ke-7 di Solo, diisi dengan pembacaan doa dan pementasan puisi.

nu.or.id

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Aktivis cyber Aswaja Kota Semarang berkumpul di auditorium perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (30/12). Mereka menyayangkan pelbagai kekerasan di dunia sosial dan konten hoax. Mereka membahas bagaimana menyikapi hal tersebut yang merebak di dunia maya.

Mereka dengan pertemuan kali ini akhirnya membuat kesepakatan untuk mengimbangi peredaran situs penyebar hoax dengan konten-konten yang menyejukkan.

Agus Fathuddin Yusuf memberikan pengantar bahwa, sekarang kita sudah bisa membuat media sendiri. Kita bisa memproduksi berita, fotografi, bahkan pemilik media itu sendiri. Ia mengajak peserta untuk melihat media sosial sekarang ini. Dari sini kita dengan mudah menyebarkan berita yang kadang abai terhadap proses verifikasi, cek dan ricek serta keberimbangan.

Pembicara lain Hasan Habibie yang mewakili Pustekkom Kemendikbud mendorong pada peserta workshop untuk memperbanyak konten yang menyejukkan dan Islam rahmatan lil alamin. Semangat pemuda ini harus terus dikobarkan menyuarakan hal-hal yang memberikan informasi positif untuk menjaga keharmosian kehidupan. Berita hoax yang selama ini mengganggu kenyamanan harus kita kurangi bersama.

Kalau kita menyebarkan berita harus memiliki etika islami. Kita bisa meniru sifat nabi mulai dari shiddiq, amanah, tabligh, dan dan fathanah. Selain itu, kita bisa menggali etika-etika yang lain dari ulama-kiai sebagai adab dalam menyebarkan informasi pada publik.

"Banyak ayat yang menginspirasi kita untuk melakukan verifikasi, salah satunya ayat 6 surat al-Hujurat," kata Wakil Ketua PCNU Kota Semarang yang juga aktif sebagai Wakil Ketua MAJT Agus Fathuddin.

Agus berharap jaringan yang terbentuk kali ini mampu mewarnai dunia maya menggunakan konten yang sejuk, damai, dan ramah. Kegiatan ini diinisiasi Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia NU Kota Semarang bekerja sama dengan Pustekkom Kemendikbud sebagai bagian penguatan pemuda Kota Semarang.

nu.or.id

 

IPNUIPPNUKABSEMARANG.OR.ID - Shalat berjama’ah lebih baik daripada shalat sendirian. Allah SWT memberikan pahala berlipat ganda dan banyak bonus kepada orang yang melakukan shalat jama’ah. Terlebih lagi bila shalat tersebut dilakukan di masjid. Sampai saat ini semangat umat Islam untuk meramaikan masjid dengan shalat jama’ah masih sangat tinggi. Hal tersebut terlihat di sebagian besar masjid perkotaan maupun pedesaan.

Beberapa kali ditemukan di sebagian masjid adanya beberapa jama’ah dalam satu masjid. Ini biasanya terjadi pada saat makmum datang terlambat dan tidak sempat mengikuti shalat bersama imam tetap masjid tersebut. Akhirnya dia memilih orang lain atau dirinya sendiri untuk mengimami shalat. Namun pada saat yang sama, sebagian yang lain juga mendirikan shalat jama’ah. Padahal keduanya masih berada dalam satu masjid.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan:


ويكره تعدد الجماعات في وقت واحد، لما فيه من التشويش

Artinya, “Dimakruhkan mendirikan beberapa shalat berjama’ah dalam satu waktu (satu masjid) karena dapat menganggu (jama’ah lain).”

Pelaksanaan dua shalat jama’ah dalam satu masjid hukumnya makruh menurut Syekh Wahbah. Dihukumi makruh karena dapat menganggu pelaksanaan jamaah shalat lainnya. Dengan demikian, alangkah baiknya dalam satu masjid tidak terdapat dua shalat jama’ah.

Bagi orang yang ingin shalat di masjid seyogianya tidak membuat jama’ah baru dan mengikuti shalat jama’ah yang sedang berlangsung. Apabila tetap bersikukuh membuat jama’ah baru, lebih baik dilakukan di luar masjid atau menunggu jama’ah lain selesai melaksanakan shalat. Wallahu a’lam.

nu.or.id

KONTAK KAMI (VIA E-MAIL)

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget